Rabu, 28 Januari 2026

Membangun Sistem Manajemen Sekolah yang Terintegrasi


Membangun Sistem Manajemen Sekolah yang Terintegrasi 

Panduan untuk Mengembangkan Sistem Manajemen Sekolah yang Memudahkan Kontrol

BAB 1: Pendahuluan

1. Latar Belakang

Pengelolaan sekolah tidak cukup hanya mengandalkan niat baik dan semangat tinggi. Terlebih, bagi sekolah yang berada di bawah naungan yayasan dengan visi besar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, terdapat berbagai aspek yang harus dikelola secara terstruktur, mulai dari kurikulum, tenaga pendidik, peserta didik, keuangan, promosi, sarana dan prasarana, hingga komunikasi antara sekolah dengan yayasan.

Tidak sedikit pengelola yayasan atau kepala sekolah yang memiliki dedikasi dan etos kerja luar biasa, namun kerap merasa kewalahan karena setiap urusan berjalan secara terpisah tanpa keterpaduan. Sering kali, program yang dirancang dengan baik tidak terdokumentasikan dengan semestinya. Laporan keuangan disusun rapi, tetapi tidak dihubungkan dengan target strategis yayasan. Promosi berjalan, tetapi tidak selaras dengan keunikan dan kekuatan sekolah. Akibatnya, visi besar sekolah sulit tercapai.

Sistem manajemen terintegrasi menjadi solusi yang diperlukan. Sistem ini bukan sekadar penerapan komputerisasi atau penggunaan perangkat lunak canggih, melainkan pola pikir dan metode kerja yang menyatukan seluruh aspek penting di sekolah agar bergerak dalam satu arah, saling mendukung, dan dapat dievaluasi secara jelas.

Bagi pengelola yayasan yang menaungi beberapa sekolah, atau sedang membangun sekolah dengan cita-cita besar, tantangan yang dihadapi umumnya mencakup:

1. Visi dan misi yang tidak menjadi panduan kerja nyata

 2. Visi dan misi hanya tertulis di dinding atau papan informasi, namun tidak terinternalisasi hingga ke tingkat pendidik maupun tercermin dalam program sekolah.

3. Tumpang tindih peran

 Pengurus yayasan merangkap sebagai manajer operasional sekolah tanpa batasan tugas yang jelas, sehingga kepala sekolah mengalami kebingungan dalam ruang geraknya

4. Pengambilan keputusan tanpa data

 Keputusan strategis sering diambil tanpa didukung survei, evaluasi, atau kajian sistematis. Hal ini berakibat pada kebijakan yang bersifat trial and error dan pemborosan sumber daya

5. Kompetensi pendidik yang rendah

 Tidak tersedia sistem pembinaan dan pemantauan kinerja guru yang terstruktur dan berkesinambungan.

6. Promosi sekolah yang tidak terarah

 Kegiatan promosi dilakukan tanpa strategi yang sesuai dengan kekuatan, citra, dan keunikan sekolah.

Kendala-kendala tersebut bukan disebabkan oleh kemalasan atau ketidakmampuan pengelola, melainkan karena belum adanya sistem yang rapi dan terpadu. Akibatnya, kerja keras yang telah dilakukan belum memberikan hasil optimal.

2. Tujuan Penyusunan Buku

Buku ini disusun sebagai panduan praktis sekaligus referensi strategis bagi pengelola yayasan dan sekolah yang ingin membangun sistem manajemen terintegrasi. Materi yang disajikan tidak hanya berupa teori, tetapi juga dilengkapi contoh kasus, pengalaman lapangan, serta langkah-langkah aplikatif yang dapat langsung diterapkan.

Diharapkan, setelah mempelajari buku ini, pengelola yayasan dan sekolah mampu:

Menyusun sistem kerja yang terarah dan terintegrasi.

Menghubungkan seluruh aspek manajemen sekolah dengan visi dan misi yayasan.

Mengoptimalkan kinerja melalui evaluasi yang terukur.

Meningkatkan efektivitas dan dampak positif pendidikan bagi peserta didik dan masyarakat

Untuk mendapatkan e book silahkan klik link berikut 

Kamis, 22 Januari 2026

Pemanfaatan Sora Open AI untuk digital marketing dan mendapatkan Cuan

 


  1. Sora Open AI adalah model AI generatif yang mampu mengubah instruksi teks menjadi video berkualitas sinematik dengan durasi hingga 60 detik.
  2. Cara kerja Sora Open AI menggabungkan Model Difusi untuk detail visual yang nyata dan Arsitektur Transformator untuk mengatur logika serta konsistensi objek dalam video.
  3. Kelebihan dan kekurangan Sora Open AI diantaranya menawarkan realisme dan konsistensi objek yang stabil, namun memiliki waktu render yang cukup lama.
  4. Tips memanfaatkan Sora Open AI diantaranya untuk optimalisasi konten media sosial, efisiensi pembuatan iklan pemasaran, sarana edukasi, hingga pembuatan prototipe bisnis.
Untuk belajar Sora sampai bisa silahkan klik link dibawah

GENERASI BERTAUHIID, BERKARAKTER DAN BERMANFAAT

 Generasi bertauhiid, berkarakter dan bermanfaat bisa di baca sebagai berikut :

Klik link berikut


Sabtu, 18 Oktober 2025

Menjadi guru inspiratif

🎓 Menjadi Guru yang Inspiratif

📅 Bandung, 18 Oktober 2025
🖋️ Anwar Sanusi


💬 “Guru yang baik menjelaskan. Guru yang hebat menginspirasi.”
— William Arthur Ward

Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan salah satu murid lama di sebuah acara sekolah.
Sambil tersenyum, dia bilang,

“Pak, saya masih ingat waktu Bapak bilang, belajar itu bukan untuk nilai, tapi untuk hidup.

Ucapan sederhana itu bikin saya terdiam.
Saya bahkan nyaris lupa pernah mengatakan hal itu. Tapi ternyata, kalimat kecil di kelas bisa tertinggal lama dalam ingatan seorang murid.
Itu momen yang bikin saya sadar — kadang yang sederhana justru paling berkesan.

Hari ini, banyak guru dituntut untuk menjadi “inspiratif”.
Namun di tengah tumpukan administrasi, target kurikulum, dan rapat yang tiada akhir, kadang kita merasa kehabisan tenaga.
Pertanyaan yang sering muncul:

“Bagaimana caranya tetap menginspirasi kalau energi saja sudah hampir habis?”

Inspirasi terasa seperti sesuatu yang mewah — indah, tapi sulit dijaga.

Dulu saya berpikir guru inspiratif itu harus punya ide luar biasa dan metode mengajar spektakuler.
Ternyata saya keliru.
Inspirasi justru tumbuh dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan hati:

  • Menyapa siswa dengan senyum, meski pagi itu hati sedang lelah.

  • Mendengarkan curhat anak yang tampak murung di pojok kelas.

  • Memberi kesempatan pada siswa untuk mencoba, meski belum sempurna.

Saya mulai mengubah pendekatan — bukan hanya menilai hasil, tapi menghargai proses.
Kelas jadi lebih hidup.
Murid-murid belajar bukan karena takut salah, tapi karena ingin tahu

Saya belajar bahwa menjadi inspiratif bukan soal seberapa banyak ide keren kita punya,
tetapi seberapa tulus kita hadir untuk murid-murid kita.

Inspirasi bukan hanya datang dari presentasi hebat,
tapi juga dari tatapan penuh perhatian dan kata-kata yang menenangkan.

Kadang, mereka tidak butuh guru yang sempurna.
Mereka butuh guru yang manusiawi — yang mau mendengarkan, mencoba, dan belajar bersama mereka.

Menjadi inspiratif bukan tujuan akhir, tapi perjalanan setiap hari di ruang kelas.

Kalau hari ini kamu merasa lelah, jangan khawatir.
Mungkin kamu sedang berada di tengah proses menjadi guru yang inspiratif — dengan caramu sendiri.

Karena inspirasi tidak selalu bersinar terang.
Kadang ia hadir dalam bentuk peluh, sabar, dan kesetiaan pada profesi yang mulia ini.

🌱 Teruslah hadir. Teruslah belajar.
Ucapan kecilmu hari ini bisa jadi kenangan besar bagi muridmu nanti

Kategori: Refleksi Guru, Inspirasi Pendidikan
#GuruInspiratif #RefleksiPendidikan #CatatanKelas

Sabtu, 02 Juli 2022

Lokakarya 6 calon guru penggerak kabupten Bandung Barat 2022


Pelaksanaan Kegiatan Lokakarya 6 cgp kabupaten Bandung Barat #merdekabelajar #gurupenggerak


Kegiatan lokakarya 6 ini dilakukan pada tanggal 18 juni 2022 bertempat di hotel Novena jalan Lembang Kabupaten Bandung Barat

Peserta Lokakarya 6

Adapun peserta Kegiatan pada kegiatan Lokakarya 6 kali ini terdiri dari CGP dari 3 orang pengajar praktik yaitu sebaganyak 17 CGP.

Peserta dengan Pengajar praktik Anwar Sanusi terdiri dari :

1. Taufik Mulyana dari SD Negeri Tunas Karya

2. Siti Saebah dari SD Negeri Cihanjuang 

3. Sabar Sapari dari SD Negeri Ciwaruga 1 

4. Sustini dari SD Negeri Panyairan 01

5. Tejaningsih Rosdiawati dari SMAN 1 Parongpong 

6. Iis Muliawati dari SD Negeri 1 Cibogo


Aktivitas Pembelajaran

Aktivitas pembelajaran yang dilakukan pada lokakarya 6 ini terdiri dar:

Pembukaan

Urutan aktifitas yang dilakukan sebagai berikut :

  • Potensi sekolahku, yang terdiri dari saling bercerita potensi masing-masing sekolah dan menceritakan temuan hasil cerita.
  • Rencana program Impian dan presentasi program impian.
  • Merancang program yang berdampak pada murid. Terdiri dari materi rantai hasil, menyusun rancangan program, membuat manajemen risiko, dan presentasi serta feedback rancangan program yang dibuat.
  • Merancang perencanaan monitoring dan evaluasi. Terdiri dari materi tentang monitoring dan evaluasi, menyusun kerangka monev, presentasi dan feedback kerangka monev.


Penutupan

Penutupan diisi dengan pengumuman lokakarya 7, refleksi hasil belajar, dan diakhiri dengan penutupan serta foto bersama.

Produk yang dihasilkan

Produk yang dihasilkan yaitu terdiri dari:

  • Rencana Program yang Berdampak Pada Murid.
  • Hasil rancangan Manajemen Risiko

Rancangan Monitoring dan Evaluasi berupa pertanyaan kunci, fokus monitoring, metode pengumpulan data, dan strategi.

Ketercapaian Tujuan Belajar

Berdasarkan proses kegiatan lokakarya yang dapat dilaksanakan sepenuhnya sesuai dengan apa yang ada dalam pedoman lokakarya 6 dan melihat produk yang berhasil dihasilkan oleh CGp maka tujuan pembelajaran dalam lokakarya 6 ini dapat dikatakan tercapai 100%. CGP begitu antusias dalam sehingga tidak terasa waktu berlalu pada setiap sesinya dan terlihat benar-benar hadir penuh dalam kegiatan lokakarya 6 ini.

Kesimpulan dan Refleksi Pembelajaran

Kegiatan lokakarya 6 program pendidikan guru penggerak angkatan 6 di lingkungan Kab. Bandung Barat dapat berjalan dengan baik dan lancar. CGP antusias dan semua materi dapat disampaikan. CGP berhasil menghasilkan produk-produk lokakarya 6 seperti yang diharapkan. Tujuan Pembelajaran tercapai sepenuhnya.

Membangun Sistem Manajemen Sekolah yang Terintegrasi

Membangun Sistem Manajemen Sekolah yang Terintegrasi  Panduan untuk Mengembangkan Sistem Manajemen Sekolah yang Memudahkan Kontrol BAB 1: Pe...